Detail Cantuman
Advanced Search
Art Original
Perlawanan dari Tanah Pengasingan
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran pesantren sebagai pusat perlawanan rakyat. Buntet Pesantren di Cirebon menjadi salah satu tonggak penting dalam erjalanan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, meskipun jejaknya kerap luput dari catatan arus utama sejarah.
Salah satu kisah monumental terjadi menjelang perlawanan rakyat terhadap sekutu (terutama Inggris) dalam peristiwa yang kelak dikenal sebagai Pertempuran Surabaya. Setelah Resolusi Jihad diumumkan, para kiai sepakat untuk menunggu kehadiran Kiai Abbas dari Buntet sebelum perlawanan dimulai, sebuah isyarat betapa besar wibawa dan pengaruhnya.
Kiai Abbas tidak hanya dikenal sebagai ahli fikih, tetapi juga sebagai tokoh yang diyakini memiliki karamah. Konon, dengan modal biji tasbih yang dilemparkan, ia mampu melumpuhkan pesawat tempur musuh. Keberanian dan kedigdayaannya menempatkanya ia sebagai sosok sentral dalam Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Hari ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.
Sang guru Hadratusyekh K.H. Hasyim Asy'arii menganggap Kiai Abbas bukanlah santri biasa. Ia adalah murid yang istimewa. Seorang alim yang mumpuni. Juga pejuang yang tak gentar mempertaruhkan segalanya demi keyakinan dan tanah airnya: INDONESIA.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | Erlangga : ., |
| Deskripsi Fisik |
186 Halaman
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978 - 623 - 6698 - 7
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






